Friday, March 17, 2017

Lebih Garang Dan Tegas...! Inilah MACAN Baru Pengganti MACAN Unyu di Koramil Cisewu. ASLI Buatan Sang KAPTEN...!

      Patriot NKRI -  Jagad linimasa dibuat heboh dengan potret patung macan milik Koramil 1123 Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Macan terlihat lucu sebab wajahnya seperti sedang senyum lebar, tidak ada kesan garang.
Patung macan itu kemudian menjadi bahan meme yang dibuat beragam versi. Sejak ramai jadi bahan perbincangan bahkan diberitakan media nasional dan internasional, patung itu akhirnya dirobohkan. 
      Jagad linimasa dibuat heboh dengan potret patung macan milik Koramil 1123 Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Macan terlihat lucu sebab wajahnya seperti sedang senyum lebar, tidak ada kesan garang.
      Kini patung macan telah berganti. Macan yang sebelumnya jauh dari kesan menyeramkan kini lebih garang.
"Kini patung harimau telah digantikan dengan Maung atau Harimau yang dapat memperlihatkan keluhuran nilai nilai yang telah diwariskan oleh nenek moyang Jawa Barat," kata Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh M Desi Ariyanto pada wartawan, Jumat (17/3).
      Patung buatan Prajurit Kodam Siliwangi Kapten Eko Katim PAL Denpal Korem 062 itu sudah terlihat lebih sangar. Wajahnya menunjukkan ketegasan. Perawakannya gagah layaknya seekor binatang yang ingin memangsa musuhnya. Taringnya juga tajam. 
      Tentu ini sudah berbanding terbalik dengan patung macan sebelumnya yang netizen sebut sebagai macan paling bahagia sedunia.

      Desi menambahkan, patung macan yang kini menjadi simbol prajurit TNI di lingkungan Kodam III Siliwangi adalah representasi warga Jawa Barat yang sering disebut warga Siliwangi. Karena sebagai simbol kebanggaan maka itu patung yang ada di Kodam Siliwangi dibuat sebagai mana representasi warga Jabar. 
      "Ini agar nilai nilai luhur tersebut terus ada pada diri Prajurit Siliwangi oleh karena itu Harimau digunakan sebagai simbol kebanggaan Prajurit Siliwangi," ujarnya.
Sumber: merdeka.com

Wednesday, March 15, 2017

Kisah Pasukan Garuda SELAMATKAN Tentara Spanyol dari Pasukan Hizbullah

Patriot NKRI - Kontingen Pasukan Garuda di Haiti mendapatkan medali penghargaan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Di Kongo, atas kerja kerasnya membangun jalan raya, pasukan Garuda juga mendapat banyak pujian. Sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB, kiprah Pasukan Garuda memang mendapat tempat di hati masyarakat setempat.
    Pasukan Garuda di Libanon juga sempat menyelamatkan pasukan pengintai Spanyol yang sedang melakukan patroli. Saat itu posisi tim Spanyol benar-benar terjepit karena dikejar pasukan Hizbullah.
Baca Juga: MANTAP JIWA...! Komandan Kopassus Pilih Bawa INI Daripada 100 PELURU Saat Perang
Kisah ini dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W.
    Ceritanya saat itu 60 pasukan Spanyol yang mengendarai 10 panser sedang berpatroli rutin. Mereka sempat mengambil foto dokumentasi kabel saluran air yang dicurigai sebagai kabel komunikasi milik Hizbullah. Ternyata aksi mereka diketahui Hizbullah.
    Dengan menggunakan 10 motor trail dan mobil, Hizbullah mengejar tentara Spanyol. Mereka menyandang AK-47 dan roket antitank. Tim pengintai Spanyol terpaksa meminta bantuan Kontingen Indonesia. 
   Untuk mencegah pertempuran darah, akhirnya Spanyol terpaksa menyerahkan memory card kamera tersebut pada Hizbullah disaksikan pasukan Garuda sebagai penengah.
Baca juga: Bak PASUKAN HANTU, Pasukan JANUR KUNING Muncul Dari Dalam Tanah...MERAYAP MENYERGAP Belanda Yang Masih Terlelap...!!
"Anda punya senjata, kami juga punya. Kami tidak takut menghadapi anda," kata Hizbullah galak pada tentara Spanyol.
    Maka setelah konflik mereda, anggota Pasukan Garuda menemui para tokoh Hizbullah. Mereka mencoba menerangkan ada kesalahpahaman antara Hizbullah dan Spanyol. Hubungan pasukan TNI dengan warga sekitar Libanon memang dekat. Sikap Pasukan Indonesia yang ramah tamah ternyata mempunyai keuntungan. Apalagi rakyat Libanon dan Indonesia sama-sama beragama Islam. 
   Setelah pasukan Garuda memberi penerangan, para anggota Hizbullah bisa memahami masalah tersebut. Mereka pun melupakan konflik yang terjadi dengan pasukan Spanyol dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) ini.
Baca Juga: Keberanian Tanpa Tanding...! Biarkan MATAKU Terbuka, Aku Ingin Melihat PELURU Penjajah Menembus Dadaku...!
"Kami orang Libanon sebenarnya tidak menghargai dan menghormati UNIFIL karena mereka tidak berpihak secara adil pada orang Libanon selatan. Tetapi kami melakukan ini karena sangat menghormati anda orang Indonesia," kata Hizbullah.

Membanggakan memang.

Sumber: merdeka.com

Kisah Bung Karno Menawarkan NYAWANYA, Rela Ditembak Demi MENYELAMATKAN Seorang Anak yang Ditahan Sekutu

Patriot NKRI - Pasca kemerdekaan, terjadi agresi Belanda kedua. Setelah sekutu berhasil merontokkan dominasi Jepang di Asia dan Asia Tenggara, Belanda segera melancarkan aksi sipil menduduki kembali negara jajahan yang ia namakan Hindia Belanda (Foto Cover: Bung Karno dengan seorang anak yang terluka, korban perang 1946).
      Sementara bagi kita, Hindia Belanda sudah terkubur, seketika bersamaan tertancapnya sang saka merah putih, panji Republik Indonesia. Fase ini disebut sebagai fase perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Masyarakat baru mengakui manfaat Bung Karno menyetujui pembentukan PETA.
Menyongsong mendaratnya kembali sekutu di bumi Indonesia, Bung Karno sekali lagi, menunjukkan karakter yang kuat sebagai lokomotif perjuangan bangsa. Ia mengatur strategi perlawanan, mulai dari perlawanan diplomasi sampai ke perlawanan bersenjata.
      Bung Karno bahkan muncul menunjukkan heroisme yang berkobar-kobar. Berikut adalah salah satu peristiwa yang terjadi di Magelang, yang dikutip oleh Bagin dalam bukunya “Pemahaman Saya tentang Ajaran Bung Karno.”  Juga ditulis Roso Daras di buku Total Bung Karno.
   Tersebutlah suatu waktu menjelang tahun 1946 di Magelang, Jawa Tengah. Bung Karno mendengar seorang anak menjadi tawanan di markas tentara Sekutu. Ia menuju ke Magelang.
Setiba di depan markas serdadu Inggris tempat seorang anak Indonesia ditawan, Bung Karno berhenti. Ia berjalan tegap dan mantap menuju pintu gerbang benteng serdadu Inggris dengan satu tekad,  membebaskan seorang anak yang ditahan musuh.
     Langkahnya makin mendekati jarak sasaran tembak, ketika terdengar teriakan, “Jangan tembak!”.  Suara tersebut menghentikan serdadu yang siap menembak.
      Faktanya, memang tak satu peluru pun dimuntahkan oleh prajurit-prajurit Sekutu. Sebaliknya, Bung Karno masuk dan sebentar kemudian sudah keluar membawa seorang anak belasan tahun yang menjadi tawanan serdadu Inggris.
Peristiwa itu mengukuhkan pribadi Soekarno yang sukarela menawarkan nyawanya untuk ditukar dengan seorang tawanan anak. Kisah itu, tidak hanya merasuk menyemangati setiap prajurit bersenjata bambu runcing, tetapi juga terdengar hingga ke telinga para Jenderal sekutu.

Sumber: nasional.news.viva.co.id

Sunday, March 12, 2017

Operasi WASPADA WIRA CLURIT 2017: Awas..., Jangan Berani-Berani Pasang Stiker TNI Di Kendaraan Pribadi

Patriot NKRI -  Jangan sembarangan pasang sticker TNI di kendaraan pribadi. Apalagi untuk gagah-gagahan di jalan. Seperti saat Subdenpom V/3-4 Pasuruan bersama Provost Kodim 0819/Pasuruan yang melaksanakan Operasi Gaktib Polisi Militer 'Waspada Wira Clurit' Tahun 2017 bersama unsur POM Angkatan dan Propam Polri yang bertempat di Jalan Panglima Sudirman, Kec. Purworejo Kota Pasuruan. (Foto Cover: Dihukum push up oleh PM dan stiker militer pada kendaraan)
Baca Juga: NGAKAK...6 ATURAN Lucu Prajurit TNI di Toilet PERBATASAN RI Dan Papua Nugini
Operasi ini bertujuan untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan hukum dari anggota TNI. 
     Operasi Kepolisian Militer TNI berupa operasi penegakan ketertiban (Gaktib) dan operasi penegakan hukum yustisi adalah operasi yang dilaksanakan guna terciptanya kepatuhan hukum disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI AD, Khususnya di Kodim 0819/Pasuruan.
    Dalam pelaksanaan Operasi Gaktib Polisi Militer 'Waspada Wira Clurit' Tahun 2017 gabungan melakukan pemeriksaan terhadap anggota TNI serta Sipil. 
Baca Juga: MANTAP JIWA...! Komandan Kopassus Pilih Bawa - INI - Daripada 100 PELURU Saat Perang
Dari operasi ini, ditemukan beberapa pelanggaran di antaranya pemasangan sticker TNI di kendaraan masyarakat sipil. Oleh petugas langsung di berikan tindakan pelepasan sticker di tempat. Pemasangan stiker berlogo atau atribut kesatuan TNI pada kendaraan pribadi membuat Mabes TNI bertindak tegas. Mereka menggelar razia gabungan bersama kepolisian untuk mencabuti atribut-atribut tersebut dari kendaraan sipil. Apalagi, kebanyakan pemilik mobil dan motor memasang stiker tersebut buat gagah-gagahan dan membuat orang segan.
      Mabes TNI sebagaimana yang dikutip dari merdeka.com menegaskan tidak ada satupun kendaraan berpelat hitam di luar mobil dinas diperbolehkan memasang atribut-atribut TNI. Larangan tersebut juga berlaku bagi setiap prajurit TNI yang memiliki kendaraan pribadi.
Baca Juga: Priiiittttt...!!...Kisah Lucu Kepala Staf TNI AD Ditilang Polisi di Jalan Malioboro
Tak hanya itu, Mabes TNI menyatakan tak pernah memberikan rekomendasi apapun kepada setiap toko maupun pedagang untuk menjual stiker TNI. Tindakan tegas ini dilakukan guna menghindari stigma negatif jika pemilik kendaraan berlogo TNI tersebut melakukan pelanggaran namun bertindak arogan. Mabes TNI tidak pernah mengizinkan, jangan sampai label TNI digunakan suatu saat ada pelanggaran malah ada sebutan, mentang-mentang anggota.
   Sementara, atribut-atribut TNI mulai dari lambang kesatuan, kepangkatan, seragam, topi dan lain sebagainya masih dibolehkan untuk dijualbelikan. Namun, para pembeli diwajibkan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan dilarang dijual kepada warga sipil.
     Kalau ada yang nekat membeli tapi bukan anggota itu sepenuhnya tanggung jawab penjual karena menjualnya untuk umum. (Sanksi) urusan polisi. Jika ada POM mereka bisa menangkap itu (pemakai atribut TNI). Atribut-atribut TNI hanya diperuntukkan bagi anggota TNI saja dan masyarakat yang ditunjuk menjadi mitra TNI, misalnya Gubernur.
Baca Juga: Dor...! Dor...!...Bak RAMBO, Prajurit Sutarmono Robohkan 3 Tentara Belanda di Irian. Heroik...!
Terkait banyaknya masyarakat umum yang secara terang-terangan masih memakai atribut-atribut TNI pada kendaraan miliknya, polisi diminta ketegasannya untuk menindak tegas para pelakunya. Sebab, penggunaan stiker atau atribut terhadap pengendara yang bukan anggota bisa merugikan institusi TNI.


Sumber: merdeka.com

Raih Simpati...! Begini Kisah DANTON TNI Sampai MENGAJAR Di Wilayah Terpencil Afrika Tengah

Patriot NKRI - Banyak cerita menarik bagaimana Pasukan Garuda mendapat simpati masyarakat di medan tugas. Hal ini juga terjadi pada pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic).
Di sela-sela tugas, Prajurit TNI ini membaktikan diri untuk mengajar Bahasa Inggris pada anak-anak TK di District-6 Bangui, Afrika Tengah.
Baca Juga: Kisah Anak Buah Melihat Soeharto Bak KEBAL PELURU Saat Perang
Kegiatan ini diawali dengan perkenalan memakai bahasa Inggris oleh Danton Vertikal Lettu Czi Angga Kusuma. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar membaca huruf alfabet. 
      Para siswa sangat antusias mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Lettu Czi Angga Kusuma lalu sesekali bercanda dan bergurau, membuat suasana belajar mengajar di Sekolah menjadi hangat. "Kegiatan belajar mengajar di TK District-6 ini merupakan rasa pedulinya Pasukan Garuda kepada warga Republik Afrika Tengah. Kondisi di sini masih kekurangan tenaga tenaga pengajar," kata Lettu Angga.
     Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan oleh Satgas Garuda di Minusca agar mendapat simpati masyarakat Afrika Tengah.
      Kepala Sekolah TK District-6 Mrs.Victoria sangat senang atas bantuan dan perhatian pasukan TNI kepada TK District-6 dan masyarakat Republik Afrika Tengah pada umumnya.
Baca juga: PLAAAK...!!! TAMPARAN Lelaki Ini Mendarat KERAS Di Pipi Prabowo Subianto, Mantan Danjen Kopassus.
Seperti diketahui, 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-C/Minusca, terdiri dari 178 personel TNI AD, 18 personel TNI AL, 4 personel TNI AU, bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa selama satu tahun di wilayah Republik Afrika Tengah.

Sumber: merdeka.com

Friday, March 10, 2017

[VIDEO VIRAL] Mantap Jiwa...! Bantu Korban Kecelakaan, Anggota TNI Ini Langsung Lepas Kaus

Patriot NKRI - Tindakan sigap anggota TNI menolong korban kecelakaan ini menuai pujian netizen. Dia rela melepas baju yang dipakai untuk menghentikan darah yang terus mengalir di kaki korban kecelakaan.
Baca Juga: NGAKAK...6 ATURAN Prajurit di Toilet PERBATASAN RI Dan Papua Nugini Ini Pasti Bikin Kamu KETAWA Cekikikan...
Video aksi sigap TNI itu telah beredar viral di dunia maya, salah satunya dibagikan pemilik akun Facebook Saddam Imaji pada Minggu (5/3/2017).
Di postingannya Saddam mengatakan, kecelakaan itu terjadi di samping kantor Samsat Medan. Nampak, beberapa orang berkerumun di sekitar korban kecelakaan. Seorang anggota TNI kemudian melepas bajunya untuk menolong korban.
      Setelah luka yang terus mengeluarkan darah dibalut kain, korban langsung dipapah oleh anggota TNI itu dan beberapa orang lain. Video yang diunggah Saddam telah dibagikan 4 ribu kali hingga Kamis (9/3/2017). Netizen yang melihat video ini juga salut dengan tindakan sigap TNI tersebut.
Baca Juga: Bak PASUKAN HANTU, Pasukan JANUR KUNING Muncul Dari Dalam Tanah...MERAYAP MENYERGAP Belanda Yang Masih Terlelap...!!
Rosdiana Sigiro: “Aparat pelindung masyarakat, pantas mendapatkan penghargaan.”
Dona Lisvia Syera: “Salut banget sama om tentara.”
Ria Yunita: “Bravo TNI engkau yang terbaik untuk masyarakat.”

Liat videonya di atas!


Thursday, March 9, 2017

ANDA TENTARA GILA...! Saat NYALI Tentara Amerika Serikat Dibuat CIUT Oleh Aksi Nekad TNI

      Patriot NKRI - Perawakannya tak begitu besar, tinggi layaknya seorang tentara dengan kualifikasi para komando. Namun, dengan perawakannya itu membuat tentara Amerika Serikat, Lebanon dan Denmark, harus angkat topi serta berdecak kagum hingga menyebutnya 'Tentara Gila'. 
      Lalu siapa prajurit yang membuat nama Indonesia harum tersebut? Ia adalah Sersan Kepala Pasukan (Serka Pas) Abdullah Lubis, prajurit Batalyon Komando (Yonko) 462 Paskhas/Pulanggeni, Pekanbaru. "Iya, saya disebut tentara Amerika sebagai prajurit crazy, tentara gila," kata Serka Abdullah Lubis, saat bincang-bincang dengan RIAUONLINE.CO.ID, Selasa, 18 Oktober 2016, di Markas Yonko 462 Paskhas. 
      Lubis, demikian ia dipanggil kawan-kawannya, menceritakan kenapa julukan itu disematkan ke dirinya. Saat menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), November 2009-2010, ia bersama timnya ditempatkan di daerah bernama Acid al Qusairi. 
      SERSAN Kepala Pasukan (Pas) Abdullah Lubis, mencatat dan melaporkan truk yang ditumpangi tentara Denmark masuk jurang kedalaman 100 meteri di Ganduriah, Lebanon, 2010.
      Pasukan perdamaian PBB asal Indonesia diawali dengan pengiriman Garuda 23A di dalamnya terdapat anak pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono. Lubis tergabung dalam Pasukan Garuda 23D. Di Acid al Qusairi, sebelum pasukan Garuda masuk, sudah ada pasukan dari negara lainnya.
      "Sayangnya, mereka ini tak menyatu dengan masyarakat sekitar. Ditambah lagi, pasukan tersebut berasal dari bukan negara berpenduduk mayoritas Islam, seperti Indonesia," kata penyandang kualifikasi Jump Master ini. 
      Bagi Bintara Operasi Yonko 462 Paskhas/Pulanggeni, Pekanbaru ini, berbagai upaya pendekatan dilakukan. Mulai dari menyerahkan bantuan komputer, buku, mainan hingga kemasyarakatan lainnya. 
      "Setelah empat bulan kita di sana, warga merasa nyaman. Biasanya cuek, apatis, dengan kedatangan TNI, mereka responsif," kata prajurit pernah dinas di Papua ini. 
Keuntungan sebagai sesama muslim inilah kemudian memudahkan tugas-tugas Pasukan Garuda di Lebanon. Termasuk saat menyelamatkan dan evakuasi dua prajurit tentara Denmark yang masuk ke dalam jurang bebatuan kedalaman 100 meter. 
      Saat itu, kenang Abdullah Lubis, sebagai Komandan Regu (Danru), diperoleh informasi ada seorang prajurit UNIFIL dari Denmark mengalami kecelakaan masuk jurang di daerah Ganduriah. Setelah lakukan koordinasi dengan markas, ia dan regunya diperintahkan untuk lakukan evakuasi. 
      Setibanya di lokasi, sudah ada pasukan Amerika Serikat, Lebanon dan negara lainnya. "Mereka hanya melihat-lihat saja dari atas ke jurang. Sedangkan tentara Denmark satu tersangkut di kedalaman 50 meter, satu lagi di 100 meter," kata Abdullah Lubis. 
Serka Pas Abdullah Lubis
SERSAN Kepala Pasukan (Pas) Abdullah Lubis, prajurit Batalyon Komando (Yonko) 462 Paskhas/Pulanggeni, Pekanbaru.
      Usai mempelajari jurang dan kedalaman, bersama seorang marinir Indonesia, Abdullah turun tanpa menggunakan tali seutas pun dan alat-alat bantu lainnya. Perlahan-lahan, batu-batu cadas yang tajam berhasil dilewati dan tiba di kedalaman 50 meter. "Saya lihat dan cek denyut nadinya, sudah tak ada lagi berdenyut. Tentara Denmark ini sudah meninggal. Saya bungkus dengan pakaiannya, kemudian kirim titik koordinat ke markas guna evakuasi menggunakan helikopter," kenang pemilik brevet tembak mahir ini. 
      Melihat aksi nekad kedua prajurit TNI itu, membuat nyali tentara Amerika Serikat ciut. "You are crazy soldier atau Anda tentara gila," kata tentara tersebut kepada Abdullah seusai mengevakuasi dua tentara Denmark dari dasar jurang. Saat ditanyakan, kenapa ia nekad turun ke jurang tanpa tali, Abdullah menjelaskan, ia seorang tentara dengan kualifikasi Combat SAR, atau SAR Tempur. Dengan kualifikasi tersebut, ia sudah memperhitungkan medan sebelum turun ke jurang.

Truk Tentara Denmark Hancur

      TRUK mengangkut tentara Denmark, hancur usai jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 100 meter, di wilayah Ganduriah, Lebanon, 2010.

      Abdullah mengatakan, semula ia memperkirakan tentara Denmark yang jatuh tersangkut di kedalaman 50 meter bakal selamat. Ternyata justru kawannya berada di dasar jurang.
"Kedua tentara itu dari kesatuan Zeni. Denmark lebih banyak zeni, mereka yang bangun bunker dan camp UNIFIL di Lebanon," jelas Abdullah Lubis.
      Usai membungkus tubuh tentara Denmark tersebut dengan pakainnya sendiri, sambil menunggu helikopter tiba, tenyata sudah didahului ambulance tentara Indonesia. Akhirnya, paramedis Indonesia turun ke jurang bawa tandu dengan mengikuti langkah dan jejak Lubis. 
      Ia memperkirakan, dengan kondisi truk yang sudah hancur lebur, tentara Denmark di dasar jurang juga akan bernasib serupa seperti kawannya, tewas. Ternyata, prediksi itu salah. Saat Lubis dekati, prajurit tersebut masih hidup. 
      "Saya hampiri, ternyata masih hidup, kirim koordinat dan infokan masih selamat. Sebelum bantuan Indonesia datang, dari jalan lain telah datang ambulance dari Prancis, dengan mengambil jalan memutar dan evakuasi korban selamat. Bangganya, prajurit Denmark itu hingga kini masih hidup," kenang Abdullah Lubis dengan tersenyum. 
      Selang tiga hari usai penyelamatan dan evakuasi dua prajurit Denmark tersebut, Abdullah Lubis dan timnya kemudian diberikan penghargaan dalam sebuah upacara di markas UNIFIL. 
      "Kami peroleh penghargaan dari Denmark diserahkan oleh Dankomark, serta Dansatgas Garuda, Letkol Inf Andi Perdana Kahar," kata Lubis. 
      Sementara itu, Komandan Yonko 462 Paskhas/ Pulanggeni, Mayor Pas Rully Arifian mengatakan, tugas apapun bagi prajurit adalah suatu kehormatan dan kebanggaan. Termasuk tugas tugas operasi perdamaian. 
      "Tetap pertahankan prestasi tersebut demi kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia. Saya juga pernah ikut misi tahun 2010-2011 sebagai military observer di Kongo selama setahun," kata lulusan AAU ini. 
      Rully mengakui, hanya prajurit Indonesia saja yang mau bekerja tanpa pamrih. Inilah menjadi alasan kenapa nama Indonesia untuk pasukan perdamaian PBB tetap harum. 

Sumber: riauonline.co.id