Showing posts with label GO GREEN. Show all posts
Showing posts with label GO GREEN. Show all posts

Sunday, September 1, 2013

Penanggulangan Kebakaran Hutan



Kebakaran hutan merupakan ancaman tersendiri bagi Negara yang bersangkutan maupun bagi mansyarakat dunia secara umum. Telah dipahami bahwa hutan memegang peranan yang penting bagi keseimbangan hidup di bumi. Alpanya hutan menjaga bumi akan berimbas pada hidup organisme termasuk manusia di dalamnya. Oleh sebab itu, keberlangsungan hutan bukanlah sebuah opsi tetapi sebuah keharusan. Sayangnya, beberapa tahun belakangan, kerusakan terhadap hutan seolah tak bisa dicegah. Angka statistik menunjukkan fakta semakin berkurangnya areal hutan hari demi hari. 

Salah satu penyebabnya adalah kebakaran hutan, baik itu yang terjadi secara alamiah maupun karena adanya campur tangan manusia. Langkah penanggulangan kebakaan hutan perlu digalakkan sebab jika tidak, bukan hal yang tak mungkin kelak bumi bukan lagi planet yang nyaman dihuni anak cucu kita sebagai generasi selanjutnya.
Khusus di Indonesia, pada hakekatnya penanggulangan hutan telah di atur dengan jelas di dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.12/Menhut-Ii/2009 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan. Adapun upaya penanggulangan yang dimaksut tersebut antara lain:
  1. Memberdayakan sejumlah posko yang bertugas menanggulangi kebakaran hutan di semua tingkatan. Pemberdayaan ini juga harus disertai dengan langkah pembinaan terkait tindakan apa saja yang harus dilakukan jika kawasan hutan telah memasuki status Siaga I dan juga Siaga II.
  2. Memindahkan segala macam sumber daya baik itu manusia, perlengkapan serta dana pada semua tingkatan mulai dari jajaran Kementrian Kehutanan hingga instansi lain bahkan juga pihak swasta.
  3. Memantapkan koordinasi antara sesame instansi yang saling terkait melalui dengan PUSDALKARHUTNAS dan juga di lever daerah dengan PUSDALKARHUTDA tingkat I dan SATLAK kebakaran lahan dan juga hutan.
  4. Bekerjasama dengan pihak luar seperti Negara lainnya dalam hal menanggulangi kebakaran hutan. Negara yang potensial adalah Negara yang berbatasan dengan kita misalnya dengan Malaysia berama pasukan BOMBA-nya. Atau juga dengan Australia bahkan Amerika Serikat.
Upaya penanggulangan kebakaran hutan ini tentunya harus sinkron dengan upaya pencegahan. Sebab walau bagaimanapun, pencegahan jauh lebih baik dari memanggulangi. Ada beragam cara yang bisa dilakukan dalam rangka mencegah kebakaran hutan khususnya yang disebabkan oleh perbuatan manusia seperti membuang punting rokok di wilayah yang kering, kegiatan pembukaan lahan dan juga api unggun yang lupa dimatikan. Upaya pencegahannya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mereka yang berhubungan langsung dengan hutan. Masyarakat ini biasanya tinggal di wilayah hutan dan memperluas area pertaniannya dengan membakar. Pemerintah harus serius mengadakan sosialisi agar hal ini bisa dicegah.

Pada dasarnya upaya penanggulangan kebakaran hutan juga bisa disempurnakan jika pemerintah mau memanfaatkan teknologi semacam bom air. Atau bisa juga lebih lanjut ditemukan metode yang lebih efisien dan ampuh menaklukkan kobaran api di hutan. Langkah yang paling baik adalah dengan mengikutsertakan para perangkat pendidikan agar merancang teknologi maupun metode yang membantu pemerintah di level praktis. Sokongan dana dari pemerintah akan membuat program tersebut lebih baik dan terarah.(source)

Sunday, August 18, 2013

Tanaman-Tanaman Air Pembersih Kolam

Bunga Teratai
Tanaman air tidak hanya membuat kolam di pekarangan rumah kita lebih asri dan terlihat indah tetapi juga memberi banyak manfaat bagi kelangsungan ekosistem air itu sendiri. Sebagai contoh, menambah persediaan oksigen, menyerap kandungan racun dalam air, dan menjadi tempat ikan untuk berkembang biak.

Namun, ketika memilih tanaman air untuk kolam di taman, sesuaikan kolam jenis tanaman air dengan konsep kolam kita. Contoh, untuk rumah minimalis, pilih jenis-jenis tanaman air berbentuk sederhana seperti bambu air, lotus, melati air, atau ilalang air. Sementara untuk kolam yang menghadirkan suasana tropis, kita dapat memilih tanaman yang berukuran besar dan dalam jumlah banyak, antara lain teratai, ilalang air, dan antanan berdaun besar.   

Tanaman air yang digunakan tentunya tanaman yang hidup di atas permukaan air. Selain jenis-jenis yang disebutkan di bawah ini, sebagai mana dipaparkan Tabloid Rumah, masih ada beberapa jenis tanaman lain. Misalnya, kana air, sagita, mata panah, antanan, pentol korek, water poppy, paku ekor kuda, teki air, Cyperaceae, melati air, star grass, dan seledri air. 

1. Enceng gondok  
Tanaman ini memang lebih dikenal sebagai gulma, namun pada dasarnya enceng gondok atau Eichornia crassipes juga merupakan tanaman penghias. Termasuk tanaman air yang mengapung, batang daun enceng gondok menggembung dan berwarna hijau. Diameter tanaman ini berkisar antara 5-15 cm.

Enceng gondok dikenal sebagai gulma karena tumbuih sangat cepat dan sering memenuhi permukaan air. Selain itu, tanaman ini juga mengganggu ketersediaan oksigen di dalam air. Oleh sebab itu, jika kita menggunakan tanaman ini di kolam, rajin-rajinlah mengangkat tanaman ini jika sudah terlalu memenuhi kolam.

2. Teratai 
Teratai atau Nyamphaea merupakan tanaman air yang paling dikenal dan paling sering digunakan. Bunganya cantik berwarna-warni dengan daun yang mengambang di permukaan air. Ukuran teratai berkisar antara 45 - 90 cm. Teratai memiliki berbagai varietas yang dibedakan dari bunganya.

3. Tifa 
Tifa atau Typha latifolia merupakan tanaman air liar. Batangnya memanjang, dengan bunga yang menyerupai cerutu.

4. Seroja 
Di Indonesia, tanaman ini seringkali disebut sebagai teratai. Seroja atau Nelumbo nucifera Gaertn cocok untuk kolam yang dalam, karena tinggi tanaman ini bisa mencapai 1,5 m. Diameter daun seroja mencapai lebih dari 50 cm. Bunga seroja hanya mekar pada bulan Juli dan Agustus.
 
5. Lotus 
Lotus atau Nyamphaea lotus dikenal juga dengan sebutan water lily. Tanaman ini mirip dengan teratai, namun ukurannya lebih besar. Daunnya bulat lebar berlapis lilin, berukuran antara 6-10 cm. Lotus menebarkan aroma yang wangi. Lotus memiliki bunga dengan aneka macam warna, dari mulai putih, kuning, ungu, hingga merah jambu. Lotus termasuk ke dalam deep water aquatics plants, karena akarnya tertanam di dalam lumpur kolam.
 
6. Papyrus payung
Papyrus (Cyperus alternifolius) memiliki batang berbentuk segitiga dengan ketinggian mencapai 1 meter lebih, ujungnya ditumbuhi bunga yang menyerupai daun. Tanaman ini tumbuh secara berkelompok.
Semoga memberi inspirasi bagi taman Anda.

7. Pisang Air 
Sesuai namanya tanaman ini mirip dengan pohon pisang, namun memiliki daun talas. Pisang air atau Typhonodorum lindyeyanum dapat tumbuh hingga setinggi 4 m, dengan daun yang bergelombang dan berbentuk oval yang dapat mencapai 1,5 m.

8. Apu-apu 
Apu-apu (Pistia stratiotes, Pistia crispate) merupakan tanaman berdaun hijau dengan permukaan yang ditumbuhi bulu-bulu halus bertekstrur menyerupai beludru, sementara akarnya berwarna putih. Tanaman ini tersusun melingkar dan bertumpuk-tumpuk. Apu-apu tidak membutuhkan perawatan khusus.

9. Bambu air 
Bambu air atau Equisetum hyemale merupakan tanaman air yang mirip dengan bambu pada umumnya. Tumbuhan ini berukuran kecil, tingginya hanya sekitar 25 - 100 cm dengan diameter batang yang tidak lebih dari 3 cm.

10. Kala lili 
Kala lili atau Zantedeschia aethiopica merupakan tanaman yang seolah terbuat dari lilin. Bentuknya berupa corong berwarna putih dengan putik berwarna kuning cerah. Bunga ini memiliki aroma yang lembut. Kala lili akan tumbuh lebih tinggi jika kurang mendapat cahaya matahari.

Demikian Artikel tentang Tanaman-Tanaman Air Pembersih Kolam, semoga dapat memberi inspirasi untuk taman anda. Terima Kasih

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/10-tanaman-air-pembersih-kolam

Monday, July 1, 2013

Berbagai Manfaat Hutan Mangrove


Berbagai Manfaat Hutan Mangrove, Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia sebagai Duta Mangrove membuat beberapa orang mulai memikirkan betapa pentingnya pohon Mangrove untuk kehidupan ekosistem. Hutan mangrove tergolong salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan terdapat hampir di seluruh perairan Indonesia yang berpantai landai. Sebagai salah satu ekosistem yang unik. hutan mangrove merupakan sumber daya alam yang potensial, karena mempunyai fungsi bagi lingkungan hidup. Meskipun demikian, hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat mudah rusak jika terjadi perubahan pada salah satu unsur pembentuknya, sehingga dikenal sebagai fragile ecosystem. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.


Secara garis besar, penjelasan bahwa mangrove mempunyai beberapa keterkaitan dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai penyedia bahan pangan, papan, dan kesehatan serta lingkungan dibedakan menjadi lima, yaitu fungsi fisik, fungsi kimia, fungsi biologi, fungsi ekonomi, dan fungsi lain (wanawisata).

Fungsi fisik kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1. Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
2. Melindungi pantai dan tebing sungai dari proses erosi atau abrasi, serta menahan atau menyerap tiupan angin kencang dari taut ke darat.
3. Menahan sedimen secara periodik sampai terbentuk lahan baru.
4. Sebagai kawasan penyangga proses intrusi atau rembesan air laut ke darat, atau sebagai filter air asin menjadi tawar.

Fungsi kimia kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1.   Sebagai tempat terjadinya proses daur ulang yang menghasilkan oksigen.
2.   Sebagai penyerap karbondioksida.
3. Sebagai pengolah bahan-bahan limbah hasil pencemaran industri dan kapal-kapal di lautan.

Fungsi biologi kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1. Sebagai penghasil bahan pelapukan yang merupakan sumber makanan penting bagi invertebrata kecil pemakan bahan pelapukan (detritus), yang kemudian berperan sebagai sumber makanan bagi hewan yang lebih besar.
2. Sebagai kawasan pemijah atau asuhan (nurse?), ground) bagi udang, ikan, kepiting, kerang, dan sebagainya, yang setelah dewasa akan kembali ke lepas pantai.
3. Sebagai kawasan untuk berlindung, bersarang, serta berkembang biak bagi burung dan satwa lain.
4. Sebagai sumber plasma nutfah dan sumber genetika.
5. Sebagai habitat alami bagi berbagai jenis biota darat dan laut lainnya.

Secara ekonomi.
Kawasan mangrove merupakan sumber devisa (pendapatan), baik bagi masyarakat, industri, maupun bagi negara. Adapun fungsi ekonomi kawasan mangrove sebagai sumber devisa adalah sebagai berikut.
1. Penghasil kayu, misalnya kayu bakar. arang, serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga.
2. Penghasil bahan baku industri, misalnya pulp, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, alkohol, penyamak kulit, kosmetika, dan zat pewarna.
3. Penghasil bibit ikan, udang, kerang, kenning, telur burung, dan madu.

Fungsi lain (wanawisata) kawasan mangrove antara lain adalah sebagai berikut.
 1. Sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa, serta berperahu di sekitar mangrove.
2. Sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian.


Begitu pentingnya hutan mangrove menuntut Pemerintah lebih serius dalam program pelestariannya. masyarakatpun harus ikut berpartisipasi dalam perlindungan, pengelolaan, dan pengembangan hutan mangrove.