Showing posts with label KISAH INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label KISAH INSPIRASI. Show all posts

Tuesday, August 5, 2014

Matematika Manusia Tidak Bisa Disamakan dengan Matematika Tuhan (Ikhlas)


Ikhlas
Ikhlas bisa membuat hidup lebih berkualitas & bisa menghadirkan kenyamanan untuk kita . Dengan keikhlasan, perbuatan menjadi baik adanya. Mari belajar ikhlas dari sebuah cerita yang berikut ini. 

***

Di suatu pondok yang sederhana, hiduplah seorang guru tua dengan istrinya. Sang guru sudah puluhan tahun mengajar di sebuah sekolah yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Guru ini sangat baik hati dan dihormati oleh murid-muridnya. 
Suatu hari, seorang mantan muridnya datang ke rumahnya. Ia membawa seikat ubi yang diamanahkan oleh ayahnya sebagai oleh-oleh pada sang guru. "Pak guru, saya membawa ubi. Hanya ini yang saya dan keluarga punya untuk membalas kebaikan bapak," ujarnya. 

Melihat muridnya yang lugu dan tulus, sang guru tersentuh. "Kok repot-repot, Nak? Duduk di sini dulu ya. Kamu pasti capek jauh-jauh dari desa bawa ubi. Bapak ke belakang dulu," ujar sang guru. 

Pria paruh baya itu pun berjalan ke belakang dan menemui istrinya. "Bu, kita punya apa? Ini muridku bawa ubi," kata pria itu. Sang istri melihat ke dapurnya. Tidak ada apa-apa selain alat masak, bumbu dapur dan air minum. "Punya apa kita, Pak? Wong kita cuma punya kambing peliharaan bapak itu di belakang," jawab istrinya. 
Guru itu pun mengangguk-angguk, "Oo.. Ya sudah ini ubinya disimpan. Buatkan muridku minum ya, Bu. Kita kasih kambing saja," kata pria itu. Istrinya mengangguk dan membuatkan teh hangat untuk muridnya. Sementara pria itu mengambil kambing peliharaannya. 

"Ini, Nak. Bawa pulang, ya? Bilang terima kasih pada bapakmu," kata pria itu. Muridnya terkejut, tapi ia sangat berterima kasih pada gurunya yang memang baik hati itu. Tak lama, ia pun pulang dari pondok gurunya. 
Di jalan, murid ini bertemu dengan temannya. Teman tersebut bertanya dari mana ia mendapat kambing. Murid yang lugu itupun menceritakan bagaimana ia membawa ubi hingga dapat kambing. Mendengar cerita itu, murid yang satu ini tergiur mendapat pemberian yang sama dari gurunya. Ia pun segera pulang dan menceritakan kejadian itu pada ayahnya. 

Sang ayah yang juga tergiur berkata, "Wah, mungkin kalau kamu bawa kambing, nanti kamu akan diberi sapi, Nak." Begitu pikir ayah dan anak ini. Kalau mereka memberi yang besar, maka mereka akan menerima yang lebih besar lagi. 

Maka, sore itu pergilah murid yang satu ini membawa kambing ke rumah gurunya. Sang guru kaget, baru saja ia memberi kambing pada muridnya, sekarang ia menerima kambing lain yang menggantikan kambingnya. Maka buru-buru ia menemui istrinya, "Istriku, kita dapat kambing lagi. Alhamdulillah. Kita cuma punya ubi, ya? Ya sudah berikan saja ubinya untuk muridku," ujarnya.

Maka sang guru keluar membawa 3 ikat ubi yang diberikan murid pertamanya tadi. Melihat apa yang diberikan gurunya, murid kedua ini terkejut. Antara agak kecewa dan harus tetap senyum di depan gurunya. Maka ia pun pulang dengan membawa 3 ikat ubi, bukan sapi seperti yang dia harapkan. 

***

Hikmah yang bisa kita petik adalah dalam hal kebaikan matematika manusia tidak bisa disamakan dengan matematika Tuhan . Berbuat adalah baik bila disertai dengan keikhlasan. Bila mengharapkan balasan dan ganjaran, belum ikhlas namanya. Berbuat baik semata-mata karena Tuhan menyukai perbuatan baik itu. Dan lupakan apa yang sudah kita perbuat, biar hati tenang dan biar Tuhan yang mengurus selebihnya.

Monday, November 25, 2013

Cinta yang Saling Menguatkan di Antara Pasangan Pengidap Kanker



Tak ada orang yang ingin menyatu dengan penyakit, namun ketika vonis itu dijatuhkan, mungkin rasanya bagai kematian sudah di depan mata. Percayakah Anda bahwa semua itu bisa sirna karena cinta?

Mungkin cinta bukanlah obat yang mujarab untuk menyembuhkan, namun cinta mampu menguatkan. Dan cinta hadir dalam kehidupan Rodney Conradi tatkala kanker langka bernama Ewing's Sarcoma menghinggapi dirinya. Tahun 2010, ia bertemu sesama penderita kanker, Lynse Rainford yang tengah sama-sama berjuang melawan leukemia.

Saat itu Rodney berusia 19 tahun dan Lynse 20 tahun. Keduanya merasa cocok dan mencoba untuk saling mengenal, sampai akhirnya mulai berkencan di 2011. Saat itu, Lynse sudah berhasil melalui kemoterapi yang dijalaninya. Rodney pun mengajaknya untuk tinggal bersama dan menghadapi hari-hari yang sehat dan normal kembali seperti sedia kala.


(c) viralnova.com 
(c) viralnova.com


Menurut Lynse, selama berkencan, dirinya dan Rodney seringkali dilanda kesedihan. Terutama saat salah satu di antara mereka sedang sakit keras, atau bahkan ketika keduanya sama-sama tak berdaya. Itulah yang bagi mereka tidak normal.

Namun, sejak kanker menyapa mereka berdua, memang tak akan ada janji bahwa kehidupan akan selamanya baik-baik saja. Rodney kembali mengidap kanker yang sama. Lebih parah dari sebelumnya. Ia pun dirawat di Yakima Valley Hospital.

Waktuku Tidak Banyak

Rodney tahu bahwa ia tak punya banyak waktu, sementara ia punya banyak cinta bagi Lynse. Ia tak ingin membuang waktu. Pada saat Valentine 2012, ia melamar Lynse.

"Saat itu, ia sangat sakit dan apa yang ia lakukan membuatku merasa sangat istimewa. Meski ia sakit, ia selalu ingin melakukannya dengan benar," cerita Lynse.


(c) viralnova.com 
(c) viralnova.com


Hanya dua hari setelah Rodney mengatakan keinginannya melamar Lynse, akhirnya kedua insan ini melangsungkan pernikahan. Meski pelaminan mereka adalah sebuah rumah sakit, namun semua orang merayakan momen bahagia itu dengan penuh haru.

Rodney berjalan menuju pelaminan dan menunggu Lynse di sana dengan jarum infus yang masih menemaninya. Namun ia kuat, karena ia punya tekat bahwa ia akan menikahi Lynse sebelum ia meninggal. Itulah yang dikatakan oleh Kirk Conrady, ayahnya. "Dia adalah cinta dalam hidupku, dia pasangan jiwaku," kata Rodney.


(c) viralnova.com 
(c) viralnova.com


Dan malam itu, setelah Rodney menyanggupi janjinya untuk menikahi Lynse, penyakit Rodney kambuh dan ia terbaring kembali karena kali ini serangannya lebih hebat dari biasanya. Keluarga serta istri yang mencintainya, mencoba menguatkannya untuk bisa sembuh.

Karena Cinta Rodney Bisa Bertahan

Selama berminggu-minggu, Rodney tak bisa bangun. Kadang ia membuka mata, dan menemukan istrinya bersama keluarga yang menemaninya. Tak ada yang membuatnya lebih bahagia daripada itu. Setiap kali ia bangun, Rodney mengatakan bahwa ia bahagia bisa menikahi wanita yang dicintainya.


(c) viralnova.com 
(c) viralnova.com


Hanya satu bulan waktu yang tersisa sejak ia menikah. Tanggal 11 Maret 2012, Rodney meninggal dunia di usia 21 tahun. Dikelilingi oleh saudara dan istrinya yang tercinta.

Meski tak banyak waktu yang mereka miliki, namun pada akhirnya Lynse tak menyesali apapun. Justru ia sangat bahagia meski harus kehilangan suaminya lebih cepat. "Itu sudah jadi keinginan mereka dan tidak ada yang bisa menghentikannya, sekalipun itu sangat menyakitkan," kata Emily Conradi, adik Rodney.


(c) viralnova.com 
(c) viralnova.com


"Ini adalah pernikahan terbaik yang pernah aku miliki. Seperti keajaiban," ujar Lynse.
 
Yah demikian lah sobat, memang tak ada cinta yang sempurna, namun tak ada salahnya bila Anda ingin memperjuangkannya. Karena cinta, mampu menguatkan. Semoga Rodney meninggal dalam ketenangan. 

source: vemale.com

Sunday, November 3, 2013

Jangan Pernah Ragu Untuk Saling Memberi

semangat, pantang menyerah
Kisah Inspirasi Pada suatu senja sekitar dua puluh tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota jakarta, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan agak malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. 



“Tolong bu sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan: “Dapatkah Bapak menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?”

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: “Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!”

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir: “Di restoran ini, kuah sayur gratis.”

Lalu ia memesan semangkuk lagi nasi putih. “Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”

Dengan malu-malu pemuda itu berkata pada pemilik rumah makan “Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah
sebagai makan siang saya!”

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota untuk menempuh pendidikan, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging goreng dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging goreng dan telur disembunyikan di bawah nasi. Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di atas nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung dan lain kali dia tidak akan datang lagi. Jika dia ke tempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”

“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?” sambut suaminya dengan senyum hangat.

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat sekolah.

Setelah tamat sekolah, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi di restoran tersebut karena sudah bekerja di kota lain.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur. Suami istri ini tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor yang bagus.

“Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan. Saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semuanya. Kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur diperusahaan Anda? Dan mengapa ia begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami! Direktur kami paling suka makan telur dan daging goreng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul. Setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “Bersemangat ya! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!”

Dari kisah inspirasi tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kebaikan hati seseorang belum tentu dirasakan hasilnya segera. Bisa jadi salah satu kebaikan yang pernah kita tunjukkan akan bermanfaat di kemudian hari. Jangan pernah ragu dan berhenti untuk berbuat baik terhadap sesama.

Wednesday, October 16, 2013

Pelajaran Berharga dari Nenek Penjual Sapu

 
Gambar Ilustrasi
Seorang teman menceritakan kekagumannya pada seorang nenek yang mangkal di depan Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta. Ketika itu hari Minggu, saat dia dan keluarganya hendak pulang usai silaturahim bersama kerabat, mereka melewati Pasar Godean.

Ibu dan teman saya tergoda membeli ayam goreng di depan pasar untuk sajian makan malam mereka sekeluarga. Kebetulan hari mulai gelap. Di samping warung ayam goreng tersebut ada seorang nenek berpakaian lusuh bak pengemis, duduk bersimpuh tanpa alas, sambil merangkul tiga ikat sapu lidi. Keadaannya terlihat payah, lemah, dan tak berdaya. Setelah membayar ayam goreng, ibu teman saya bermaksud memberi uang 2000 rupiah karena iba dan menganggap nenek tadi pengemis. Saat menyodorkan lembaran uang tadi, tidak diduga si nenek malah menunduk kecewa dan menggeleng pelan. Sekali lagi diberi uang, sekali lagi nenek itu menolak.

Penjual ayam goreng yang kebetulan melihat kejadian itu kemudian menjelaskan bahwa nenek itu bukanlah pengemis, melainkan penjual sapu lidi. Paham akan maksud keberadaan sang nenek yang sebenarnya, ibu teman saya akhirnya memutuskan membeli tiga sapunya yang berharga Rp. 1.500,- per ikat. Meskipun sapunya jarang-jarang dan tidak bagus, ikatannya pun longgar.

Menerima uang Rp. 5.000,- si nenek tampak ngedumel sendiri. Ternyata dia tidak punya uang kembalian, "Ambil saja uang kembaliannya,", kata ibu teman saya. Namun, si nenek ngotot untuk mencari uang kembalian Rp. 500,-. Dia lalu bangkit dan dengan susah payah menukar uang di warung terdekat.

Ibu teman saya terpaku melihat polah sang nenek. Sesampainya di mobil, ia masih terus berpikir, bagaimana mungkin di zaman sekarang masih ada orang yang begitu jujur, mandiri, dan mempunyai harga diri yang begitu tinggi.

 
Pelajaran Berharga yang dapat kita ambil:
  • Nenek tersebut telah mengajarkan kepada kita tentang arti kerja keras, kita yang masih muda mestinya merasa malu dan mau merubah kemalasan menjadi sebuah aksi nyata kerja keras yang istiqomah, demi kewibawaan dan hidup yang jauh lebih baik.
  • Rejeki tidak datang dari apa yg diberikan oleh orang lain, tapi datang dari keyakinan dan kerja keras kita sendiri.
Source: www.kisahinspirasi.com  

PR Terakhir dari Guruku yang Takkan Terlupakan



Kisah inspirasi yang akan saya bagikan kali ini ini adalah sebuah kisah nyata yang baru-baru ini terjadi di Jepang. Kematian kadang disertai insting dari orang tersebut. Sehingga orang itu bisa merasakan bahwa sebenarnya waktu yang ia miliki tak banyak lagi.

Itulah yang terjadi pada seorang guru di Jepang. Sebelum ia menghembuskan nafas terakhir, ia masih sempat menuliskan PR untuk para siswanya. Bila biasanya PR itu membuat para murid malas mengerjakannya, ada yang berbeda dengan PR yang satu ini. Tugas rumah yang diberikan oleh guru ini justru membuat para siswanya menangis.

Guru itu menuliskan sebuah PR di papan tulis. Dengan sebuah kapur, ia mulai memberikan tugas terakhirnya pada murid-muridnya. Begini tulisan yang tertera pada papan tulis tersebut.
PR terakhir dari sang guru sebelum meninggal. (c) rocketnews24.com


PR Terakhir
Tidak ada batas waktu.
Jadilah orang yang bahagia.
Saat kalian mulai mengerjakan tugas ini, mungkin aku sudah ada di surga.
Tidak usah buru-buru mengerjakannya. Kalian bebas menggunakan waktu yang dimiliki.
Tapi suatu hari, tolong kumpulkan padaku dan katakan, "Aku sudah melakukannya. Aku sudah bahagia."
Aku akan menunggu.


Tulisan di papan hitam itu menjadi salah satu PR paling mengharukan di dunia. Bahkan salah satu akun Twitter membagikan foto terakhir dari papan tersebut. Guru yang menuliskan tugas ini baru saja meninggal.

Namun apa yang ia sempat lakukan di nafas-nafas terakhirnya sungguh mengesankan. Ia benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang guru, yaitu memastikan bahwa anak didiknya bukan hanya belajar atas tuntutan akademis. Namun juga untuk menjadi seorang yang bahagia.

Guru memang merupakan salah satu sosok yang berjasa bagi kehidupan seseorang. Masih ingatkah Anda dengan guru yang paling Anda sayangi dan sudahkah kita menjadi sosok yang baik, seperti yang dia ajarkan? Semoga dedikasi guru kita tak menguap dimakan usia, namun benar-benar bisa menjadikan kita sosok yang belajar dan bahagia.

Friday, October 4, 2013

Ciri-Ciri Pria Yang Cocok Dijadikan Suami



Sempat bengong dan geleng-geleng kepala ketika melihat komentar dari salah satu pembaca yang mengatakan bahwa pria ideal untuk menjadi suami adalah yang dapat mencukupi kebutuhan finansial. Realistis memang, sayapun mengakui pemikiran tersebut termasuk realistis, tetapi apakah iya materi saja cukup untuk membangun rumah tangga?

Berguru pada pendahulu sebelumnya yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga lebih dari 10 tahun, merekapun bercerita. Memang benar, materi adalah salah satu hal yang mendukung rumah tangga tetap hangat dan dapur tetap mengepul. Tetapi bukan itu saja yang patut dijadikan patokan untuk mencari suami.

"Kalau kaya, tapi suka nyiksa gimana hayo?" ungkap ibu Lani, yang sudah menikah selama 23 tahun dengan suaminya. Mencari suami memang gampang-gampang susah. Ketika merasa cocok dengan seseorang, eh ternyata dia sudah ada yang punya. Dan ketika ada yang naksir, rasanya tidak sesuai dengan harapan diri.

Tidak perlu sebingung itu sebenarnya. Sekalipun mencari suami bukanlah hal mudah, tetapi tak sedikit pula contoh wanita yang sukses membangun rumah tangga atas suami pilihannya.

Ya, kami setuju bahwa soal finansial menjadi pertimbangan Anda. Tetapi, ijinkan juga kami membagi tips lain, ciri pria yang cocok dijadikan suami dan akan membuat Anda bahagia: 

Mari kita mulai...

1. Penyayang
Lihat bagaimana caranya berbincang dengan anak kecil, berbincang dengan keluarga atau teman-teman Anda. Figur penyayang akan mudah akrab dan mudah dikangeni orang-orang di sekitar Anda. Dan hal ini tidak selalu bisa dipalsukan lho, karena rasa sayang itu biasanya datang secara alami.

2. Tahu Cara Berpenampilan
Anda tak harus memilih dan mencari pria yang doyan sekali dandan, tetapi setidaknya carilah pria yang doyan berpenampilan rapi. Pria yang tahu bagaimana berpakaian akan memperhatikan banyak hal dalam hal rumah tangga dan tidak segan turun tangan pada pekerjaan rumah.

Ia juga tidak akan pelit membelikan Anda baju baru hanya karena ingin mengirit. Baginya, semua harus imbang, antara penampilan dan kepribadian. 


3. Murah Senyum dan Doyan Humor
Jangan cari suami yang pelit senyum dan sok cool serta tidak suka bercanda. Percayalah, hidup Anda akan garing dan tidak bahagia.
Cari suami yang mudah tersenyum ramah sekalipun pada orang yang tidak dikenalnya, mungkin pada tetangga Anda, atau teman Anda. Cari pula yang doyan humor, dan tidak mudah marah ketika Anda menggodanya.
Di dalam rumah tangga, kalau masa deg-degan itu sudah hilang, maka humorlah yang akan membuat hubungan tetap hangat dan berlangsung lama. 

4. Tidak Gengsian
Pria yang doyan gengsi biasanya akan menyembunyikan kesalahan satu dan membuat kesalahan lain tanpa merasa berdosa. Ia juga tak segan akan mencari kambing hitam atau menyalahkan Anda atas apa yang telah dilakukannya.
Biasanya, gengsi ini juga yang akan menjadi sumber masalah ketika sedang berselisih paham atas hal kecil. Problem yang seharusnya sederhana bisa jadi besar karenanya. 

5. Sopan dan Tahu Berterima Kasih
Pria yang harus Anda jadikan suami adalah pria yang bisa bersikap sopan, baik di depan Anda, atau keluarga dan teman-teman Anda. Dengan demikian, ia akan menjadi orang yang tak hanya disegani, tetapi juga disayangi atas sikapnya.
Ia juga harus sosok yang tahu berterima kasih, sehingga ia akan sangat menghargai setiap hal kecil yang Anda lakukan untuknya. Lewat hal ini, Anda bisa membangun rumah tangga yang dasarnya kuat, karena saling menghargai satu sama lain.

Kalau mau mencari yang sempurna, sebenarnya masih banyak ciri-ciri pria yang pantas dijadikan suami. Namun, apabila 5 hal itu saja sudah bisa terpenuhi, wah Anda akan menjadi istri yang sangat bahagia dan beruntung.

Bagaimana, apakah sudah ada pria yang seperti kami sebutkan ciri-cirinya di atas di dekat Anda?

(http://www.vemale.com)

Saturday, September 28, 2013

5 Kisah Nyata Mengharukan Pengorbanan Suami Untuk Istri

Cinta dapat membuat seseorang bisa melakukan apapun tanpa diminta. Begitu besar kekuatan cinta hingga bisa membuat seorang laki-laki menangis, berusaha keras bahkan melakukan hal berbahaya demi wanita yang dicintainya sepenuh hati. Betapa beruntungnya wanita yang memiliki pasangan hidup yang sangat mencintainya dan menyayanginya.

Suami rela melakukan apa saja demi istrinya, karena istri adalah separuh nyawa dan hidupnya. Memberikan yang terbaik bagi istri, berusaha sekuat tenaga bagi kebahagiaan istri dan mempertaruhkan nyawa bagi istri adalah bentuk ungkapan betapa cintanya seorang pria kepada pasangan hidupnya. Ada yang berjalan jauh demi mendapat donor ginjal untuk istri, ada yang menggendong istrinya puluhan kilometer bahkan ada yang terpisah lama dan akhirnya bersatu kembali.

Apakah Anda masih meragukan keajaiban cinta?   Bila iya, Anda harus membaca cerita-cerita dari para suami yang rela melakukan apa saja demi istrinya. Sangat menyentuh hati dan membuat kita menitikkan air mata.

Mari kita mulai...

1. Aku Rela Menggendong Istriku Semalaman Demi Menyelamatkannya

Ayyapan, laki-laki bertubuh kurus ini menggendong istrinya sejauh 40 kilometer di tengah guyuran hujan dan harus melewati hutan serta jalanan terjal untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Sidha, Istri Ayyapan sedang sakit demam parah hingga butuh perawatan dan laki-laki berkulit gelap ini  memutuskan harus membawa istrinya daripada meninggalkan Sidha sendirian saat dirinya mencari pertolongan.

Ayyapan dan Sidha tinggal di pedalaman hutan Konni di Distrik Pathanamthitta, India. Tidak ada rumah sakit yang berada di dekat tempat tinggalnya sehingga Ayyapan membawa Sidha ke rumah sakit yang berada di kota dan harus menempuh puluhan kilometer dan menerjang gajah-gajah liar di hutan. Sidha yang tengah hamil 6 bulan itu harus menerima kenyataan pahit bahwa bayi yang dikandungnya telah meninggal dunia. Dengan perih tak terkira, Sidha melahirkan bayi yang sudah tak bernyawa itu.

Selain demam tinggi, Sidha juga menderita gizi buruk yang membuat kondisi tubuhnya semakin terpuruk. Ayyapan tidak menyerah, dia meminta kepada dokter untuk mengobati Sidha. Perlahan, kondisi Sidha mulai pulih dan membaik walau masih lemah dan sedih karena kehilangan janin dalam kandungannya. Cinta, bisa membuat seseorang melakukan apa saja. Cinta Ayyapan kepada istrinya menjadi pengingat bagi kita para wanita untuk memilih laki-laki yang mencintai kita dengan setulus hati.  


2. Taj Mahal Kecil Untuk Istriku Tercinta Yang Telah Tiada
Faizul Hasan Kadari, lelaki asal India ini membangun sebuah monumen cinta untuk menghormati mendiang istrinya dengan cara membuat tiruan Taj Mahal di kebun miliknya. Istri Kadari bernama Tajammuli Begum telah meninggal dunia mendahuluinya. Kadari dan Begum tidak memiliki anak. Sebelum meninggal, Begum berkata bahwa mereka berdua akan terlupakan karena tidak memiliki keturunan. Kadari tak kuasa menahan trenyuh mendengar perkataan istrinya. "Tetapi, di hari itu saya berjanji bahwa saya akan membuat sebuah makam besar untuk dia sehingga seluruh dunia akan mengingat kita selamanya" ujar Kadari.

Kadari kemudian bertekad untuk membangun sebuah monumen untuk tempat bersemayam istri tercinta. Kadari terinspirasi untuk membuat bangunan seperti Taj Mahal namun dalam ukuran yang lebih kecil. Taj Mahal merupakan makam yang dibuat dengan marmer putih itu dibangun pada 1631 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk mendiang istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Dengan uang tabungan dan menjual perhiasan mendiang istrinya, Kadari mulai membangun Taj Mahal mini nya.

"Meskipun dia tidak dapat melahirkan anak bagi kami berdua, tapi tidak sekalipun saya pernah memikirkan untuk menikah dengan orang lain. Saya berharap kita dapat beristirahat dengan damai bersama-sama dalam Taj Mahal kami," ujar Kadari sembari melihat foto mendiang istrinya dengan perasaan yang begitu kuat.

3. Aku Rela Mati Asalkan Istriku Selamat
Jamie Soukup Reid dan suaminya Will, saat itu sedang naik kendaraan menuju bandara. Pasangan ini sedang berbahagia karena Jamie tengah mengandung seorang bayi. Namun kejadian buruk menimpa pasangan bahagia ini, sopir mereka tidak bisa mengendalikan mobil dengan baik dan terjadilah kecelakaan tunggal parah yang mengerikan.

Mobil mereka rusak parah, Jamie meninggal dunia di tempat. Reid menangis dan memohon untuk tenaga medis membawa istrinya lebih dulu ke Rumah sakit, dengan harapan istrinya masih bisa diselamatkan. Reid bahkan berteriak agar istrinya segera diselamatkan, walaupun kondisinya sendiri juga sangat parah. Jamie dan Reid akhirnya meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan. Cinta sejati mereka terbawa hingga akhir hayat tiba.
 

4.  Demi Ginjal Istriku, Kulakukan Segalanya
Berpisah dengan pasangan hidup adalah hal yang berat. Banyak yang tidak ingin kehilangan suami atau istrinya dan berusaha keras untuk tetap menjaga mereka, walau kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Tapi cinta tetap membuat pasangan kuat dan berjuang bersama, dengan segala rintangan yang ada. 

Larry Swilling memiliki seorang istri berusia 47 tahun bernama Jimmie Sue yang divonis terkena gagal ginjal tahun lalu. Maka di suatu hari di serambi mereka, Larry menggenggam tangan istrinya dan berkata, "Aku akan mendapatkan ginjal untukmu." Larry berjalan, berdiri di teriknya panas matahari membawa papan bertuliskan 'aku butuh ginjal untuk istriku'.

Walau usia Larry sudah lanjut, namun dirinya tidak patah arang. Dengan air mata yang merembes dari pelupuk mata, Larry mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berpisah dengan istrinya. Larry tahu bahwa mendapatkan ginjal yang cocok untuk istrinya tidaklah mudah. "Tapi aku akan tetap berusaha, karena bagiku, istrikulah segalanya,"

5. Perang Duniapun Tak Bisa Memisahkan Cinta Kami
Cinta bukanlah warna yang bisa luntur begitu saja. Cinta bukan juga tulisan dari kapur yang bisa terhapus dimakan usia. Cinta itu kekal dan abadi dalam hati seseorang. Walau sudah terpisah dan tidak saling mengetahui keberadaan masing-masing, keyakinan bahwa orang yang dicintai masih hidup akan terus membuat semangat dan motivasi. 

Kisah cinta Bob Humphries (89 tahun) dan Bernie Bluett (87 tahun) menjadi perhatian manis dunia. Setelah hampir 70 tahun berpisah, akhirnya mereka menikah, saling mengucap janji setia. Tidak ada kata terlambat untuk merayakan cinta yang suci, bahkan perang dunia kedua tidak melunturkan cinta yang pernah tumbuh puluhan tahun lalu.

Setelah terpisah karena Bob menjadi tentara, mereka bersatu kembali. Walau sama-sama sudah tua namun mereka sangat bahagia karena cinta mereka bisa kembali bersemi hingga akhir hayat nanti.

 
Begitu besar kekuatan cinta, membuat seseorang berjuang begitu kerasnya. bagi wanita menikahlah dengan laki-laki yang mencintai Anda sepenuh hati dan menjaga Anda dengan segenap jiwanya.(vemale.com)


Friday, September 27, 2013

Pemulung Berhati Emas, Adopsi 30 Bayi Terlantar



Banyak orang tua  yang tega membuang dan menelantarkan bayi mereka yang masih hidup dengan banyak dalih dan alasan. Malu karena sang bayi lahir di luar pernikahan, atau mereka takut karena tidak punya  biaya untuk menghidupi sang bayi. Tapi tahukah Anda, seorang pemulung di China mampu mengadopsi 30 bayi yang dibuang. Inilah kebesaran hati Tuhan yang kadang tak mampu dirasakan semua orang.

Nama wanita ini adalah Lou Xiaoying, usianya saat ini 88 tahun. Pekerjaannya adalah pemulung sampah, suami Lou Xiaoying telah meninggal 17 tahun yang lalu. Keadaan hidup yang sulit dan keterbatasan ekonomi tidak mengecilkan hati Lou Xiaoying untuk berbuat baik pada sesama manusia. Dia telah mengadopsi 30 bayi sejak tahun 1972.

Walaupun usianya sudah menua, kebaikan hati Lou Xiaoying tidak surut dimakan usia. Anak adopsi yang paling muda saat ini berusia enam tahun, namanya Zhang Qilin. Lou Xiaoying menemukan bayi tersebut di tempat sampah. Dengan kondisi yang lemah, wanita itu membawa sang bayi ke rumahnya yang sangat kecil untuk dirawat. "Kini dia sudah menjadi anak yang sehat dan bahagia," ujar Lou Xiaoying.

Lou Xiaoying (c) idigitaltimes
Sementara itu, anak adopsi pertama ditemukan Lou Xiaoying di jalan, seorang bayi perempuan. "Ia terbaring di antara sampah di jalan, terlantar," kenang wanita tua itu. Dengan keterbatasan Tidak semua bayi yang ditemukan dan dirawat Lou Xiaoying terus bersamanya hingga dewasa. Beberapa di antara mereka diadopsi keluarga yang lebih mampu.

"Saya tidak mengerti mengapa orang-orang tega meninggalkan bayi selemah itu di jalan," ujar Lou Xiaoying. Baginya, bayi-bayi tersebut adalah makhluk hidup yang berharga, mereka seharusnya mendapat kasih sayang dan cinta.

Kisah ini mulai menyebar ke seluruh China dan mendapat perhatian dunia. Seseorang yang menaruh simpati pada kisah ini Seseorang yang simpatik terhadap Lou mengatakan bahwa pemerintah, sekolah, dan masyarakat China yang tak berbuat apa-apa seharusnya malu pada Lou. “Dia tak punya uang atau kekuasaan, tetapi mampu menyelamatkan anak-anak dari kematian dan kondisi yang lebih parah,” ungkapnya.

Kisah nyata ini membuktikan bahwa kebaikan hati seseorang tidak dapat dinilai dengan materi. Seorang pemulung sampah yang kehidupannya sulit bisa memiliki hati semulia emas.

Jadilah manusia yang berguna untuk orang lain. Jangan menunggu materi atau kesempatan. Hati mulia yang akan menuntun Anda mencari jalannya.(source)

Monday, September 16, 2013

Baru Berumur 13 Tahun, Gadis Ini Kejar Gelar Master



Gadis berusia 13 tahun asal India, Sushma Verma, mengejutkan banyak orang di kotanya karena ia kini tengah mengejar gelar master di bidang mikrobiologi. Meski berasal dari keluarga miskin, anak jenius itu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya yang banting tulang membiayai pendidikan Sushma.

Sushma sudah menyelesaikan sekolah menengah atasnya saat ia berusia tujuh tahun dan enam tahun kemudian meraih gelar sarjana. Sushma mengatakan orang tuanya yang tidak mengenyam pendidikan bekerja keras dan terus memberinya semangat untuk sekolah. "Mereka mengijinkanku melakukan apa pun yang kumau. Kuharap orang tua lain tak memaksakan keinginan mereka sendiri terhadap anak-anaknya," kata Sushma.

Sushma tinggal bersama orang tua dan tiga adiknya di sebuah apartemen satu kamar di Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh yang terletak di bagian utara India. Sumber penghasilan keluarga itu hanya berasal dari sang ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan bayaran kurang dari 3,5 dolar per hari.

Orang tua Sushma bahkan sampai rela menjual tanah mereka seluas 930 meter persegi seharga 400 dolar Amerika Serikat untuk membayar sebagian biaya pendidikannya di B.R. Ambedkar Central University yang akan dimulai pekan depan. "Saudara dan kawan-kawanku menentangnya, tapi aku tak punya pilihan," kata Tej Bahadur Verma, ayah Sushma. Ia pula yang setia mengantar Sushma setiap hari ke kampus dengan sepeda.

Harta berharga mereka hanya berupa meja belajar dan seperangkat komputer bekas. Tak punya televisi justru memberi keuntungan bagi Sushma. "Tak ada yang bisa dilakukan selain belajar," kata gadis berperawakan kurus itu. Kakak laki-laki tertua Sushma juga seorang jenius. Ia lulus SMA pada usia tujuh tahun dan menjadi satu dari lulusan termuda di India saat ia meraih gelar sarjana bidang komputer.

Sushma sebenarnya ingin menjadi dokter namun ia tak bisa ikut tes di sekolah kedokteran hingga usianya 18 tahun. "Jadi aku memilih mengejar gelar master dan selanjutnya menyelesaikan program doktor," kata Sushma.

Sushma verma  pun mendapat bantuan dari banyak orang termasuk dana dari kegiatan amal sebesar US$ 12.600 untuk menyelesaikan pendidikannya.(source)


Friday, August 23, 2013

Dilema Antara Orang Tua dan Cinta




Dilema Antara Orang Tua dan Cinta - Kita sebagai anak muda, mungkin seringkali ribut dengan orang tua kita, cuma gara-gara berbeda pandangan. Dan biasanya kitalah, anak-anak muda yang selalu ngotot ingin benar sendiri. Seringkali timbul perasaan orang tua kita sudah tidak sayang lagi sama kita. Padahal perasaan itu sama sekali tidak benar. Karena kasih sayang orang tua kita tidak akan pernah habis-habisnya, lain halnya dengan kasih sayang kita kepada orang tua kita. Bukankah ada pepatah “kasih sayang orang tua sepanjang jalan, tapi kasih sayang anak terhadap orang tua hanya sepanjang galah”.

Kebetulan bila ada yang tidak cocok dengan kita, orang tua kita memiliki cara sendiri untuk mencurahkan kasih sayang kepada kita. Mana ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya sendiri!?.Sekalipun ada beberapa berita mengenai bayi yang ditinggalkan orang tuanya, itu banyak pula yang disebabkan faktor ekonomi, ditinggalkan dengan berat hati dan berharap ada orang yang mampu dan mau merawatnya. Orang tua tetap sayang namun keadaan tidak mengizinkan. Itu semua demi kasih sayangnya juga. Lagi pula kasih sayang orang tua kepada kita tidak harus selalu berupa menuruti semua keinginan kita, akan tetapi arti daripada menyayangi bisa berupa melindungi dari sesuatu yang membahayakan. Melarang bukan berarti membenci. Sangat mungkin melarang itu adalah karena mencintai.

Banyak di antara kita yang selalu berpikiran bahwa sesuatu yang kita senangi pasti baik untuk kita, terutama dalam permasalahan pasangan hidup. Tak jarang permasalahan ini berujung pada kebencian terhadap orang tua. Mengapa bisa demikian?. Mungkin karena akal kita sudah ditutupi nafsu hingga tak dapat berpikir jernih, dan mata batin kita menjadi tumpul hingga tak dapat melihat dengan benar. Sehingga yang tampak di depan mata hanya kebaikan-kebaikan pilihan kita, hingga kita terkelabui.

Ketika dalam keadaan seperti inilah kita butuh akal dan mata orang lain yang masih bisa melihat dengan jernih. Pertimbangan akal dan penilaian orang tua kitalah yang sangat dibutuhkan. Karena tak ada orang tua yang sengaja mencelakakan anaknya.

Hal lain yang sering menipu kita adalah strata pendidikan yang telah kita raih. Ketika terjadi perbedaan dengan orang tua kita, tak jarang muncul perasaan, nasihat orang tua itu kuno, ketinggalan jaman, tak tahu kemajuan, kolot, tak berpendidikan dan lainnya yang tak pantas terlintas dalam pikiran apalagi sampai diucapkan. Itulah kepandaian dan tingkat pendidikan yang menjebak untuk berbuat durhaka.

Padahal hidup ini tidak tergantung pada kepintaran dan kepandaian semata. Pintar bukan segala-galanya. Jika dibandingkan dengan pengalaman orang tua kita dalam mengarungi kehidupan, kepandaian dan kepintaran kita tidak ada apa-apanya. Hakikat pandai sebenarnya hanyalah mengerti akan sesuatu meskipun belum mengalaminya. Beda dengan pengalaman orang tua, mereka telah melewatinya, mengalaminya dan tentu paham akan setiap permasalahannya. Mereka telah merasakan asam garam dan pahit getirnya kehidupan, sehingga pertimbangan-pertimbangannya senantiasan arif dan penuh perhitungan.

Maka jangan sekali-kali meremehkan orang tua kita, meski mereka tak berpendidikan sekalipun. Dalam kerentaannya mereka lebih berpengalaman dari kita.


Nah, kalau anda mengalami kejadian ini, cobalah jernihkan pikiran, coba pahami letak perbedaan yang ada dan cari titik persamaannya. Mulailah menghitung dan membandingkan antara ego anda dan pertimbangan orang tua. Hayati betapa besar kasih sayang orang tua kepada kita. Akankah kita menghapus kasih sayang mereka selama puluhan tahun dengan hanya sepersekian detik kehadiran orang lain (kekasih), yang barangkali ketulusan dan cinta mereka masih tidak bisa dibuktikan dengan pasti.

sangatlah tidak adil bila kita menyingkirkan orang tua kita hanya karena memilih orang baru (kekasih). Memutus hubungan batin dengan orang tua demi menjali hubungan dengan orang lain yang barangkali dilatarbelakangi oleh nafsu semata. Berpikirlah dengan dewasa dan sandarkan pada yang kuasa, niscaya kita akan meraih cinta yang suci, cinta orang tua kita, yang berarti cinta Tuhan kita.

Oleh : Yuni Astuti 
Dari :Buletin Sidogiri

Monday, July 1, 2013

Ketika Anak Ingin Membeli Waktu Ayahnya



Setelah Sekian lama saya tidak memposting kisah-kisah inspirasi, oke kali ini saya akan membagikan sebuah kisah menarik yang saya kutip dari blog sahabat saya iphincow.com. semoga bisa memberikan manfaat kepada kita setelah membacanya.

 Berikut Ini Kisahnya Silahkan Disimak: 

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengen tahu aja…” kata anaknya
.“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.